Breaking News

Disperindag Kutim Akui Produksi Beras Lokal Masih Jauh dari Cukup

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Kutai Timur – Produksi beras lokal di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih belum mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. Berdasarkan data koordinasi Dinas Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPHP), produksi beras lokal baru mencapai sekitar 32 ton per tahun.

Kepala Disperindag Kutim, Nora, menyebutkan dari total produksi tersebut, sekitar 10 persen dijual langsung di sekitar area pertanian, sementara sisanya sudah terserap oleh pihak tertentu melalui sistem blok.

“Produksi lokal kita masih sangat terbatas, padahal potensi pertaniannya cukup besar. Namun jumlah yang ada belum mampu menutupi kebutuhan konsumsi masyarakat Kutim secara keseluruhan,” jelasnya.

Selain jumlah produksi yang rendah, harga beras lokal juga relatif lebih tinggi dibandingkan HET nasional. Kondisi ini disebabkan tingginya biaya produksi serta risiko gagal panen akibat faktor cuaca dan serangan hama.

“Kami tidak bisa menekan petani menjual di bawah biaya produksi karena itu menyangkut kesejahteraan mereka,” tegas Nora.

Ia menambahkan, harga beras lokal yang tinggi memiliki dua dampak berbeda. Di satu sisi, menguntungkan petani karena meningkatkan pendapatan. Namun di sisi lain, berpotensi mengurangi daya beli masyarakat jika tidak diimbangi ketersediaan pasokan yang memadai.

“Pemerintah berupaya menyeimbangkan dua kepentingan itu. Petani harus tetap sejahtera, tetapi masyarakat juga tidak boleh kesulitan mendapatkan beras,” ujarnya.

Sebagai langkah strategis, Disperindag Kutim bersama dinas terkait akan terus mendorong peningkatan produktivitas beras lokal sekaligus mengusulkan penerapan HET kabupaten agar harga di lapangan lebih realistis dan sesuai kondisi daerah.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini