KPC Raih Dua Penghargaan Wajib Pajak Teladan dari Pemkab Kutim
Bebaya.id, Kutai Timur – Komitmen PT Kaltim Prima Coal (KPC) dalam memenuhi kewajiban pajak daerah kembali mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Pemkab Kutim menganugerahkan dua penghargaan sekaligus kepada KPC dalam ajang Gebyar dan Reward Pajak Daerah Kabupaten Kutim Tahun 2025, yang berlangsung di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Kamis (6/11/2025).
KPC dinobatkan sebagai salah satu dari 100 Wajib Pajak Teladan Kutim, dengan dua kategori penghargaan yakni Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) Tenaga Listrik serta Pajak Air dan Tanah. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kepada Manager Tax and Government Impost KPC, Romas Nasrun.
Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh wajib pajak yang telah berkontribusi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor swasta seperti KPC.
“Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghargaan tulus pemerintah daerah kepada para wajib pajak yang telah menunjukkan kepatuhan dan kesadaran tinggi terhadap kewajiban perpajakan daerah,” ujar Bupati Ardiansyah.
Ia menambahkan, partisipasi aktif para wajib pajak menjadi salah satu pilar utama pembangunan Kutim.
“Dana pajak yang dibayarkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Acting General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Nanang Supriyadi, menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen KPC sebagai perusahaan yang taat terhadap regulasi perpajakan. Kami berharap kontribusi ini dapat terus mendukung percepatan pembangunan daerah,” ungkapnya.
Melalui ajang penghargaan ini, Pemkab Kutim berharap kesadaran dan kepatuhan wajib pajak di semua sektor semakin meningkat, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan optimal menuju Kutim yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.(Adv)

Tinggalkan Balasan