Breaking News

Sumber Air Menyusut, Perumdam Kutim dan Camat Kaliorang Cek Langsung Kondisi Mata Air

Lokasi Mata Air di Kecamatan Kaliorang, Sangatta (Foto/Istimewa)

Kaliorang – Menurunnya debit air baku yang menjadi sumber utama layanan air bersih di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang menjadi perhatian serius Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim). Untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan, Perumdam bersama Pemerintah Kecamatan Kaliorang melakukan peninjauan langsung ke kawasan sumber mata air.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan yang sebelumnya telah disampaikan Perumdam Kutim kepada pihak kecamatan terkait penurunan debit air yang terjadi sejak pertengahan April 2026.

Kepala Cabang Perumdam Kaliorang, Takim Budi Asnuri, mengatakan berkurangnya debit air baku saat ini berdampak terhadap distribusi air bersih kepada pelanggan, baik di Kaliorang maupun Sangkulirang.

“Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari surat pemberitahuan yang kami sampaikan kepada pemerintah kecamatan terkait menurunnya debit air baku. Dampaknya tentu berpengaruh terhadap distribusi air kepada pelanggan,” ujarnya saat ke lokasi sumber air baku di PT. Api Api, Kecamatan Kaliorang, Selasa (9/6/2026)

Menurutnya, keterlibatan pemerintah kecamatan dalam peninjauan lapangan penting agar kondisi yang terjadi dapat diketahui bersama dan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka. Dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa selain debit mata air yang semakin berkurang, kondisi kawasan hutan di sekitar sumber air juga mengalami perubahan. Beberapa area diketahui telah dibuka untuk aktivitas perkebunan yang diduga ikut memengaruhi berkurangnya daya resap air di kawasan tersebut.

“Kami menemukan adanya pembalakan dan pembukaan lahan. Kondisi ini tentu menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan air baku,” jelasnya.

Menghadapi situasi tersebut, Perumdam Kutim berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk mencari solusi bersama. Selain upaya menjaga kawasan sumber air, perusahaan daerah itu juga tengah menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memanfaatkan suplai air baku dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Maloy.

Kerja sama tersebut ditargetkan terealisasi pada akhir Juni 2026 sebagai salah satu langkah untuk memperkuat ketersediaan air baku di wilayah pelayanan. “Kami berharap persoalan ini bisa dibantu oleh lintas stakeholder. Dukungan pemerintah sangat diperlukan agar sumber air baku ini tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kaliorang, Pitriani, menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan bersama berbagai unsur, mulai dari PDAM, Polsek, Babinsa hingga pihak terkait lainnya untuk memastikan kondisi sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan masyarakat.

“Kami bersama PDAM, Polsek, Babinsa, dan unsur terkait melakukan peninjauan ke sumber mata air yang menjadi bahan baku utama PDAM Kaliorang. Dari informasi yang kami terima, sebelumnya terdapat empat titik sumber mata air, namun saat ini yang tersisa hanya satu titik yang masih aktif,” ungkapnya.

Berkurangnya jumlah sumber mata air aktif tersebut berdampak pada menurunnya volume air yang masuk ke bak penampungan. Karena itu, menurut Pitriani, diperlukan langkah penanganan yang cepat agar pasokan air bersih tetap terjaga.Salah satu upaya yang didorong pemerintah kecamatan adalah rehabilitasi lingkungan melalui kegiatan reboisasi di sejumlah kawasan yang dinilai penting sebagai daerah resapan air.

“Dari hasil survei juga ditemukan adanya perambahan hutan. Karena itu salah satu langkah yang harus dilakukan adalah reboisasi pada beberapa titik kawasan agar fungsi resapan air dapat kembali optimal,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan sumber air bagi generasi mendatang. Pihak kecamatan berharap Pemerintah Kabupaten dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi lingkungan di wilayah Kaliorang yang berkaitan langsung dengan ketersediaan air bersih masyarakat.

“Mari kita sama-sama menjaga lingkungan dan kelestarian sumber air. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Harapannya generasi mendatang masih bisa menikmati kekayaan alam yang kita miliki saat ini. Kami berharapkan pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi alam di Kecamatan Kaliorang, khususnya yang berkaitan dengan keberlangsungan sumber air baku PDAM demi pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(Ak/As)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini