Syaiful Bakhri Prihatin Kurangnya Tenaga Pendidik dan Fasilitas Sekolah di Wilayah Terpencil Kutai Timur
Bebaya.id, Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur, Syaiful Bakhri, menyampaikan keprihatinannya terkait kekurangan tenaga pendidik serta minimnya fasilitas pendidikan di daerah-daerah terpencil. Menurutnya, meskipun jumlah sekolah meningkat dan ada permintaan untuk pembangunan ruang kelas baru, ketersediaan tenaga pengajar yang memadai belum sebanding dengan pertumbuhan tersebut.
“Penambahan sarana pendidikan seperti gedung sekolah memang penting, namun tanpa adanya penambahan tenaga pengajar, hal ini menjadi tantangan besar. Terlebih dengan adanya kebijakan yang membatasi pengangkatan tenaga honorer,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (21/11/2024).
Syaiful memberi contoh kasus di Dusun Kudung, Kecamatan Bengalon, yang merupakan bagian dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2.
“Di daerah ini, akses ke sekolah terdekat memakan waktu hingga 5 kilometer, sementara beberapa sekolah, seperti yang ada di PT Anugerah Energitama, sudah kelebihan kapasitas. Di desa persiapan Tepian Budaya, masyarakat juga mengusulkan agar segera dibangun gedung baru,” terangnya.
Ia juga menyoroti kekurangan fasilitas pendidikan yang mendukung proses belajar, seperti laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan perpustakaan yang masih terbatas di banyak sekolah di daerah tersebut.
“Fasilitas-fasilitas ini sangat penting agar proses belajar mengajar berjalan dengan baik, namun banyak sekolah di daerah terpencil yang belum memilikinya,” tambahnya.
Syaiful juga mengingatkan bahwa setiap sekolah harus memenuhi standar tertentu sesuai regulasi yang berlaku, seperti tenaga pengajar yang memenuhi kualifikasi S1, ruang kelas yang memadai, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Seperti yang diatur dalam kebijakan, sekolah harus memenuhi standar minimal, termasuk kualifikasi tenaga pendidik dan fasilitas pendukung,” jelasnya.
Politisi dari Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS) tersebut juga menyoroti pentingnya pengadaan transportasi bagi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.
“Beberapa perusahaan swasta seperti PT Anugerah Energitama dan PT Bima Palma Nugraha sudah menyediakan bus sekolah untuk anak-anak karyawan mereka. Saya mendorong pemerintah untuk mengambil langkah serupa untuk sekolah negeri di daerah terpencil,” kata Syaiful.
“Saya rasa ini perlu didorong agar semua anak bisa mendapatkan akses pendidikan yang setara, termasuk dalam hal transportasi,” tambahnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan