Dinsos Kutim Ubah Strategi Tangani Gepeng: Dari Penertiban ke Pemberdayaan
Bebaya.id, kutai Timur – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini menerapkan pendekatan baru dalam menangani gelandangan, pengemis (gepeng), badut jalanan, hingga manusia silver. Tidak lagi sekadar menertibkan, instansi ini berfokus pada program pemberdayaan agar mereka dapat hidup mandiri dan produktif.
Kepala Dinsos Kutim, Ernata Hadi Sujito, menjelaskan bahwa langkah penanganan dimulai dari kegiatan razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sesuai dengan standar operasional prosedur.
“Satpol PP melakukan penertiban di lapangan, kemudian kami di Dinsos menindaklanjuti dengan pembinaan dan pendampingan sosial,” ujar Ernata saat dikonfirmasi, Jumat (7/11/2025).
Setelah proses penertiban, Dinsos melakukan asesmen individual terhadap setiap gepeng untuk mengetahui potensi, minat, serta keterampilan yang dimiliki. Hasil asesmen menjadi dasar penyusunan program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi.
“Tujuannya agar mereka bisa hidup lebih baik, memiliki keterampilan, dan tidak kembali ke jalan,” tambahnya.
Menurut Ernata, razia dilakukan secara rutin dua hingga tiga kali setiap bulan, menyesuaikan dengan kondisi lapangan. Dinsos juga terus berkoordinasi dengan Satpol PP guna memastikan program berjalan efektif.
“Kalau ditemukan peningkatan aktivitas gepeng di area tertentu, razia dilakukan lebih intens. Kami ingin penanganannya tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara Satpol PP dan Dinsos menjadi kunci keberhasilan program ini. Penertiban tanpa pembinaan hanya menyelesaikan masalah secara sementara, sedangkan pemberdayaan dapat menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Harapan kami, setelah dibina dan diberi pelatihan, mereka bisa mengembangkan usaha sendiri. Dari situ mereka bisa mandiri,” pungkas Ernata.
Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi jangka panjang, Dinsos Kutim berupaya mewujudkan solusi nyata atas permasalahan sosial di masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan sejahtera.(Adv)

Tinggalkan Balasan