Breaking News

DPUPR Kutim Dorong Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi untuk Perkuat Mutu Pembangunan Daerah

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Kutai Timur – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Sosialisasi Sub Urusan Jasa Konstruksi dan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja Konstruksi Tahun Anggaran (TA) 2025, Rabu (12/11/2025) di Ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan sektor jasa konstruksi sebagai fondasi pembangunan daerah, sekaligus memastikan infrastruktur yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan.

Plt Kepala DPUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menjelaskan bahwa meski pembinaan telah dilakukan secara berkelanjutan, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya terkait status kependudukan para tenaga kerja konstruksi.

“Di Kutim masih banyak pekerja yang belum ber-KTP Kutim. Selama ini kami siasati dengan surat keterangan domisili lima tahun. Banyak dari mereka sebenarnya sudah lama tinggal di sini, tetapi KTP-nya masih dari daerah asal,” terang Joni.

Ia memaparkan capaian sertifikasi SDM konstruksi sejak 2015 hingga 2025. Dari 1.228 pendaftar jenjang operator dan teknis, sebanyak 1.116 telah tersertifikasi. Sementara itu, untuk kategori tenaga ahli, 118 orang dinyatakan lulus sertifikasi dari 188 pendaftar.

Rasio capaian sertifikasi tahun 2024 baru berada di angka 1,66 persen. Karena itu, menurut Joni, diperlukan percepatan pelatihan dan sertifikasi agar pada 2029 minimal 50 persen tenaga kerja konstruksi di Kutim telah tersertifikasi sesuai target nasional.

“Peserta jenjang dasar masih banyak yang terkendala administrasi. Karena itu, DPUPR melakukan pendekatan jemput bola dan pendampingan langsung,” tambahnya.

Ia berharap semakin banyak tenaga kerja lokal tersertifikasi sehingga mampu terserap dalam berbagai proyek pembangunan daerah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor, mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya sosialisasi.

Dalam sambutannya, Noviari menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi lokal untuk menjamin kualitas pembangunan infrastruktur di Kutim.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap semakin banyak SDM konstruksi lokal yang kompeten dan tersertifikasi,” ujarnya.

Noviari menambahkan, meningkatnya jumlah tenaga kerja tersertifikasi diharapkan mampu mendorong penyerapan tenaga kerja lokal dalam proyek-proyek pembangunan, sekaligus meningkatkan profesionalitas dan daya saing pelaku usaha jasa konstruksi di daerah.

“Upaya pembinaan dan sertifikasi ini juga akan memperkuat tata kelola sektor konstruksi di Kutim. Hasilnya diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor serta mewujudkan infrastruktur yang aman, tertib, dan berkualitas tinggi demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tutupnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini