Breaking News

Menuju Kutim Mandiri Ekonomi, Pemerintah Prioritaskan Penguatan Ekosistem UMKM Hingga 2030

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya menjadikan sektor UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Setelah mencatat berbagai capaian penting dalam legalitas, peningkatan mutu, dan digitalisasi, Pemkab Kutim kini menyiapkan roadmap pengembangan UMKM hingga tahun 2030.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UMKM Kutim, Pasombaran, menilai bahwa pembangunan UMKM harus menyentuh aspek ekosistem, bukan sekadar menambah jumlah pelaku usaha.

“Target kami bukan hanya meningkatkan jumlah UMKM, tetapi menciptakan sistem yang membuat mereka tumbuh berkelanjutan. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat menjadi kunci,” jelasnya.

Rencana jangka panjang tersebut memuat tiga fokus utama:

  1. Penguatan Ekosistem Berbasis Potensi Lokal
    Mengembangkan komoditas unggulan seperti coklat, nanas, madu kelulut, dan amplang agar mampu menembus pasar nasional hingga ekspor.
  2. Transformasi Digital UMKM
    Membangun platform terintegrasi untuk data, promosi, dan transaksi produk lokal.
  3. Kemandirian Pembiayaan
    Meningkatkan akses modal melalui koperasi, lembaga keuangan daerah, dan kemitraan dengan pihak swasta.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan komunitas wirausaha muda akan diperkuat untuk mendorong inovasi di tingkat kecamatan.

“Kami ingin setiap kecamatan memiliki produk unggulan yang dikenali luas. Jika ini tercapai, Kutai Timur dapat menjadi contoh daerah dengan UMKM paling siap bersaing di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Peran generasi muda dan perempuan juga menjadi perhatian penting. Pemerintah daerah berharap teknologi, pelatihan, dan akses pembiayaan dapat mendongkrak kontribusi mereka terhadap ekonomi lokal.

“Kami optimis sepuluh tahun ke depan, UMKM Kutim tidak hanya bertahan, tetapi menjadi kebanggaan daerah dan bagian penting dari ekonomi nasional,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini