Breaking News

PWGT Kutim Tekankan Penguatan Pembinaan Remaja dalam Ibadah Konsolidasi 2025

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Kutai Timur — Ibadah Konsolidasi Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PWGT) Klasis Kutai Timur (Kutim) yang digelar di Gereja Toraja Jemaat Rama Sangatta, Jumat (21/11/2025), dihadiri 201 peserta dari berbagai jemaat. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi pelayanan sekaligus penguatan program pembinaan remaja di lingkungan Gereja Toraja.

Ibadah dipimpin oleh Pdt Agus Bubun selaku pelayan firman. Dalam renungannya, ia menegaskan pentingnya pemahaman iman sebagai fondasi pembentukan karakter remaja di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Usai ibadah, sesi pembinaan diisi oleh Bidan Yuliana Kala’lembang, yang merupakan Bidang III PWGT sekaligus Ketua Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (PC IBI) Kutim. Ia memaparkan materi bertajuk “Peran Bina Keluarga Remaja (BKR) dalam Membina Remaja Gereja Toraja di Klasis Kutai Timur.”

Yuliana menjelaskan bahwa masa remaja merupakan fase kritis yang membutuhkan pendampingan intensif dari keluarga dan gereja. BKR, kata dia, menjadi wadah penting yang mendorong komunikasi sehat antara orang tua dan anak, sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan karakter Kristiani.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi remaja Kutim, seperti tingginya ketergantungan pada gawai, pengaruh media sosial, serta minimnya komunikasi terbuka di lingkungan keluarga. Kondisi ini dinilai membutuhkan pendekatan pembinaan yang lebih terstruktur dan empatik.

Beberapa strategi penguatan BKR turut disampaikan, di antaranya pelatihan fasilitator jemaat, pendampingan kasus, pembentukan kelompok diskusi, serta pemanfaatan media kreatif, termasuk musik rohani dan konten digital.

Melalui kegiatan konsolidasi ini, PWGT berharap kelompok BKR-GT di seluruh jemaat Klasis Kutim dapat berkembang lebih efektif sehingga memberi dampak nyata bagi pertumbuhan rohani dan karakter remaja Gereja Toraja.

Sebagai bagian dari rangkaian agenda, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan IVA bagi peserta yang bersedia, sebagai upaya deteksi dini risiko kanker serviks.

Kegiatan ditutup dengan harapan bersama agar pembinaan remaja menjadi gerakan pelayanan yang konsisten dan berkelanjutan. Sebagaimana disampaikan dalam materi pembinaan, “Membina remaja berarti membentuk masa depan.”(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini