Breaking News

PMI Kutim Antar Langsung Bantuan Banjir ke Aceh dan Sumatera, Donasi Tembus Ratusan Juta

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Sangatta – Kepedulian masyarakat Kutai Timur terhadap korban bencana banjir di Aceh dan Sumatera diwujudkan melalui aksi nyata Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur. Lembaga kemanusiaan tersebut memastikan bantuan hasil donasi warga akan diantarkan langsung ke lokasi terdampak pada akhir Januari 2026.

Ketua PMI Kutim, Dr. H. Kasmidi Bulang, ST, MM, menyampaikan bahwa hingga Kamis (22/01/2026), total donasi yang telah terkumpul mencapai Rp329 juta. Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah dan ditargetkan menembus angka Rp350 juta menjelang keberangkatan tim kemanusiaan pada 28 Januari 2026.

Penggalangan dana dilakukan selama hampir satu bulan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar tingkat SD hingga SMA, relawan, individu, hingga pihak swasta. Menurut Kasmidi, besarnya partisipasi masyarakat menjadi alasan utama PMI Kutim memilih untuk menyalurkan bantuan secara langsung ke daerah bencana, meskipun PMI Provinsi Kalimantan Timur telah menyediakan skema pengumpulan donasi terpusat.

“Antusiasme masyarakat Kutai Timur sangat luar biasa. Donasi yang terkumpul bahkan menjadi yang terbesar di Kaltim. Karena itu, kami merasa bertanggung jawab untuk mengantarkan langsung amanah ini kepada saudara-saudara kita yang terdampak banjir,” ujar Kasmidi saat konferensi pers di Markas PMI Kutim, Jalan Poros Sangatta–Bengalon.

Dalam penyaluran bantuan kali ini, PMI Kutim memfokuskan diri pada kebutuhan pemulihan pasca-bencana, khususnya bagi anak-anak. Kasmidi menjelaskan bahwa pada fase tanggap darurat, bantuan logistik umumnya sudah mencukupi. Namun, kebutuhan pendidikan dan sarana ibadah sering kali belum tertangani secara optimal.

“Sekitar 80 persen donasi berasal dari anak-anak sekolah di Kutai Timur. Karena itu, kami ingin bantuan ini kembali kepada anak-anak di lokasi bencana, agar mereka tetap bisa bersekolah meski sedang menghadapi kondisi sulit,” jelasnya.

PMI Kutim telah menyiapkan paket perlengkapan sekolah serta perlengkapan ibadah yang akan dibawa melalui jalur darat dari Medan menuju Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Selain itu, bantuan juga dilengkapi dengan 130 mushaf Al-Qur’an dari Baznas Kutim untuk mendukung pemulihan sarana ibadah.

Sebagai bagian dari edukasi nilai kemanusiaan, PMI Kutim turut mengajak perwakilan pelajar dalam misi ini. Dua siswa terpilih berasal dari SMP YPPSB sebagai penyumbang terbesar, serta SMA Sandaran sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dari wilayah pelosok.

Kasmidi juga menegaskan komitmen transparansi dalam pengelolaan dana donasi. Ia memastikan seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan sepenuhnya kepada korban bencana, tanpa terpotong biaya operasional.

“Biaya keberangkatan tim sudah kami siapkan secara terpisah. Donasi masyarakat tetap utuh dan sampai ke tujuan,” tegasnya.

Sebagai penutup, PMI Kutim memberikan plakat penghargaan kepada sekolah, kampus, relawan, dan mitra swasta yang telah berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini