PMI Kutim Rampungkan Misi Kemanusiaan di Aceh, Ratusan Paket Sekolah Disalurkan ke Korban Banjir
Bebaya.id, Aceh – Misi kemanusiaan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kutai Timur akhirnya tuntas. Selama dua hari, 29–30 Januari 2026, rombongan PMI Kutim menyusuri wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur untuk menyalurkan bantuan pendidikan kepada para pelajar korban bencana.
Dipimpin langsung Ketua PMI Kutim, DR. H. Kasmidi Bulang, ST., MM, rombongan membawa amanah masyarakat Kutai Timur yang dihimpun dari pelajar, relawan, hingga sektor swasta. Bantuan tersebut difokuskan pada pemulihan dunia pendidikan yang terdampak cukup parah akibat banjir besar penghujung 2025 lalu.
Memasuki Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, kondisi pascabencana masih tampak jelas. Endapan lumpur mengering di badan jalan, sisa tenda pengungsian berdiri di tepi Jalan Nasional Medan–Aceh, sementara bangunan-bangunan publik masih menjalani proses pembersihan. Di Markas PMI Aceh Tamiang, garis lumpur berwarna kekuningan di dinding menjadi penanda ketinggian air saat banjir melanda kawasan tersebut.
“Kami hadir membawa pesan bahwa masyarakat Kutai Timur ikut merasakan duka saudara-saudara kami di Aceh. Bantuan ini adalah wujud solidaritas dan empati,” ujar Kasmidi Bulang saat menyerahkan bantuan di lokasi sekolah terdampak.
Sebanyak 700 paket perlengkapan sekolah disalurkan kepada siswa di empat satuan pendidikan. Di Aceh Tamiang, bantuan diberikan kepada SMAN 1 Manyak Payed sebanyak 150 paket dan SMPN 1 Manyak Payed sebanyak 197 paket. Sementara di Aceh Timur, MAN 2 Aceh Timur menerima 157 paket dan SDN Tanah Rata menerima 196 paket.
Selain bantuan perlengkapan belajar, PMI Kutim juga memberikan perhatian pada pemulihan psikologis anak-anak. Melalui kegiatan trauma healing sederhana, Kasmidi Bulang mengajak para siswa berinteraksi lewat permainan dan kuis ringan. Suasana yang semula kaku perlahan berubah menjadi penuh tawa, menghadirkan kembali semangat anak-anak yang sempat hilang akibat bencana.
Misi kemanusiaan ini juga melibatkan perwakilan pelajar dari Kutai Timur, yakni Marvel Octavian Marampa (SMP YPPSB) dan Jamilah (SMAN 2 Sandaran). Kehadiran mereka menjadi simbol persaudaraan antarpelajar lintas daerah sekaligus sarana edukasi kemanusiaan secara langsung.
“Musibah ini mengajarkan kita arti saling membantu. Jangan pernah putus semangat, karena bangsa ini selalu berdiri bersama,” pesan Kasmidi kepada para siswa, yang juga dikenal sebagai Wakil Bupati Kutai Timur periode 2016–2024.
Sebagai pelengkap, PMI Kutim turut menyalurkan 130 mushaf Al-Qur’an bantuan dari Baznas Kutai Timur untuk masjid, musala, dan pondok pesantren di wilayah terdampak banjir.
Misi ini menjadi penutup rangkaian panjang solidaritas masyarakat Kutai Timur, sekaligus bukti bahwa jarak geografis tak pernah menjadi penghalang bagi kepedulian kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan