Disperindag Kutim Gelar Pasar Murah untuk Jaga Stabilitas Harga
Bebaya.id, Sangatta – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur (Disperindag Kutim) menyiapkan program pasar murah di sejumlah wilayah sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus menekan potensi inflasi daerah.
Program tersebut rencananya akan dilaksanakan di enam kecamatan, yakni Sangatta Utara, Bengalon, Kaliorang, Kaubun, Karangan, dan Sandaran. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau menjelang Lebaran.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, menjelaskan bahwa pelaksanaan pasar murah dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan anggaran serta proses pengadaan barang yang harus melalui mekanisme sistem e-katalog.
Untuk tahap awal, pasar murah akan diprioritaskan di Kecamatan Sangatta Utara dan dijadwalkan berlangsung sebelum Idulfitri. Sementara lima kecamatan lainnya akan dilaksanakan menyusul setelah proses administrasi selesai.
“Setiap pelaksanaan pasar murah harus melalui tahapan penawaran dari beberapa administrasi yang saat ini masih berproses, sehingga membutuhkan waktu sebelum kegiatan bisa digelar,” jelas Nora kepada awak media, Kamis (12/03/2026).
Selain menyiapkan program tersebut, Disperindag Kutim bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga rutin melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar setiap hari. Pengawasan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok tetap aman serta harga tidak mengalami lonjakan signifikan.
Terkait kondisi harga di pasaran, Nora menyebutkan hingga saat ini situasi masih relatif stabil. Meski demikian, beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan bawang merah biasanya mengalami kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian agar jadwal panen petani lokal dapat disesuaikan dengan meningkatnya kebutuhan pasar.
“Alhamdulillah sampai sekarang harga masih stabil. Biasanya yang mengalami kenaikan itu cabai rawit merah. Kami juga sudah berkoordinasi dengan dinas pertanian agar masa panen bisa menyesuaikan dengan momentum hari besar keagamaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan