Breaking News

PMI Kutim Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Batu Timbau, Harapan Tumbuh di Tengah Puing

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Batu Ampar – Sisa kebakaran masih menyisakan duka di Desa Batu Timbau, Kecamatan Batu Ampar. Deretan puing hangus menjadi saksi musibah yang menghanguskan puluhan rumah, meninggalkan trauma mendalam bagi warga terdampak.

Kebakaran hebat yang terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 11.15 WITA itu melalap sedikitnya 85 unit rumah di tiga RT. Selain kerugian materiil yang besar, para korban juga harus menghadapi dampak psikologis akibat kehilangan tempat tinggal.

Di tengah situasi tersebut, kehadiran Palang Merah Indonesia (PMI) Kutai Timur menjadi secercah harapan. Dipimpin langsung Ketua PMI Kutim, Kasmidi Bulang, rombongan relawan turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan bagi warga terdampak.

Sebanyak 120 paket perlengkapan dapur diserahkan kepada kepala keluarga korban kebakaran. Bantuan ini difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, agar warga dapat kembali memasak dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri di tengah proses pemulihan.

“Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Kutai Timur. Kami hanya menyalurkannya kepada yang membutuhkan. Semoga dapat membantu warga untuk kembali menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Kasmidi saat berdialog dengan para penyintas, Jumat (1/5/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya solidaritas sosial dalam menghadapi musibah. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak, termasuk relawan dan anggota PMR, menjadi kekuatan utama dalam membantu korban bangkit dari keterpurukan.

Kasmidi turut menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah mempercayakan penyaluran donasi melalui PMI. Ia menilai hal tersebut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong di tengah masyarakat Kutai Timur.

“Kepercayaan ini menjadi energi bagi kami untuk terus bergerak. Kita tidak ingin saudara-saudara kita menghadapi cobaan ini sendirian,” tambahnya.

Selain bantuan logistik, Ketua PMI Kutim juga memberikan bantuan pribadi berupa uang tunai kepada anak-anak dan ibu-ibu yang berada di lokasi pengungsian.

Dengan adanya bantuan tersebut, diharapkan para korban dapat perlahan bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal. Asap dapur yang mulai mengepul menjadi simbol bahwa harapan baru tengah tumbuh di tengah puing-puing yang tersisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini