Dianggap Mirip Helm, dr Novel Tanggapi Kritik Warga soal Bentuk Tugu Bundaran Masjid Al-Faruq
Bebaya.id, Sangatta – Tugu bundaran yang berada di depan Masjid Al-Faruq, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), menuai sorotan masyarakat. Dirancang dengan konsep bulan sabit yang elegan dan rencananya dilengkapi air mancur di puncaknya, proyek ini awalnya diharapkan menjadi ikon baru daerah.

Namun, bentuk tugu yang belum selesai dibangun menimbulkan kontroversi. Sebagian warga menilai desain tersebut tidak menyerupai bulan sabit sebagaimana direncanakan, tetapi justru terlihat seperti helm motor cross.
Merespons kritik masyarakat, anggota DPRD Kutim, dr Novel Tyty Paembonan, menyampaikan bahwa masukan dari masyarakat adalah hal yang wajar dalam setiap pembangunan. Menurutnya, pembangunan yang baik harus memiliki nilai estetika, makna, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Tentu kita ingin setiap pembangunan memiliki nilai dan makna yang baik untuk kita semua. Lebih penting lagi, pembangunan itu harus sesuai aturan, benar-benar dikerjakan dengan baik, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar dr Novel saat ditemui di Kantor DPRD Kutim, Kamis (16/01/2024).
Terkait bentuk tugu yang dinilai kurang sesuai, dr Novel menyarankan agar dinas terkait melakukan perbaikan. Ia berharap desain tugu bisa dipoles ulang agar lebih menyerupai bulan sabit, sesuai konsep awal.
“Terkait persoalan itu, mungkin nanti teman-teman (wartawan) bisa berbicara langsung kedinas terkait. Kalau kita merasa pembangunan itu belum maksimal, coba kita poles biar lebih canti, lebih manis sehingga punya nilai yang lebih baik,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan tugu bundaran ini dimulai pada tahun 2023 dengan anggaran mencapai Rp 2,5 miliar.

Tinggalkan Balasan