Target Serap 50 Ribu Tenaga Kerja, Disnakertrans Kutim Fokus Benahi Data Angkatan Kerja
Bebaya.id, Sangatta – Upaya mewujudkan program Kutai Timur Hebat terus digenjot. Salah satu fokus utama adalah target penyerapan 50 ribu tenaga kerja sepanjang 2025–2029 yang kini menjadi perhatian serius Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur.
Program tersebut masuk dalam jajaran 50 program unggulan daerah, dengan tujuan memastikan dampaknya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat Kutai Timur, khususnya pencari kerja lokal.
Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Setkab Kutim yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnakertrans Kutim, Trisno, menegaskan bahwa target penyerapan tenaga kerja tidak boleh berhenti sebagai angka di atas kertas.
“Target ini harus berdampak nyata. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat Kutai Timur benar-benar terserap ke dunia kerja,” tegas Trisno.
Menurutnya, langkah awal yang paling krusial adalah memastikan ketersediaan data angkatan kerja yang akurat dan terukur. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan ketenagakerjaan selama periode 2025 hingga 2029.
“Hari ini rencananya akan dilakukan rapat untuk membahas hal ini. Kita harus punya data dulu, berapa jumlah angkatan kerja Kutai Timur setiap tahunnya. Dari situ, kita juga harus tahu potensi penyerapan tenaga kerjanya,” ujar Trisno saat ditemui di ruang kerjanya, Bukit Pelangi, Kawasan Pemerintahan Sangatta, Senin (12/01/2026).
Ia menjelaskan, potensi penyerapan tenaga kerja akan bersumber dari dua jalur utama. Pertama, melalui optimalisasi badan usaha yang telah beroperasi di Kutai Timur. Kedua, melalui pembentukan badan usaha baru di sektor-sektor strategis yang didorong dengan kebijakan aktif pemerintah daerah.
Trisno juga menekankan pentingnya peran nyata pemerintah dalam proses tersebut. Menurutnya, pemerintah tidak bisa sekadar mengklaim penyerapan tenaga kerja yang terjadi secara alami tanpa adanya intervensi kebijakan.
“Pemerintah tidak bisa mengakui sesuatu yang berjalan dengan sendirinya. Harus ada kontribusi kebijakan pemerintah di dalamnya, sehingga penyerapan tenaga kerja baru ini benar-benar bisa diklaim sebagai hasil kerja pemerintah daerah,” tegasnya.
Saat ini, Disnakertrans Kutim masih melakukan inventarisasi dan pendalaman data ketenagakerjaan. Trisno mengakui bahwa data yang tersedia sejauh ini masih bersifat umum dan belum sepenuhnya menggambarkan angka penyerapan tenaga kerja baru secara spesifik.
Ke depan, data yang lebih detail dan terintegrasi tersebut diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan target besar Kutai Timur Hebat di sektor ketenagakerjaan.

Tinggalkan Balasan