Breaking News

Musrenbang RKPD Kukar 2026: Saatnya Fokus, Konsisten, dan Realistis!

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) baru saja menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah alias Musrenbang RKPD tahun 2026, Selasa 22 April 2025 lalu. Bertempat di Ruang Rapat Serbaguna Bappeda Kukar, forum ini jadi ajang penting buat menyusun arah pembangunan Kukar ke depan.

Dengan mengusung tema “Penataan Kelembagaan Pemerintah Daerah dan Pemerataan Infrastruktur Pembangunan yang Lebih Berkelanjutan,” forum ini bukan sekadar kumpul-kumpul rutin. Bupati Kukar secara tegas menyoroti pentingnya konsistensi dalam perencanaan, dari level kecamatan sampai pusat.

“Kalau kita konsisten ikuti sistem ini, pembangunan akan lebih terarah dan sinkron antar wilayah,” katanya. Ia juga menyebut, sebagian besar peserta forum sudah terlibat sejak Musrenbang tingkat kecamatan. Artinya, sekarang adalah waktunya untuk menyaring dan menajamkan usulan-usulan yang sudah masuk.

FYI, total ada sekitar 6.000 usulan dari kecamatan, ditambah 6.773 pokok pikiran dari DPRD. Bisa dibayangkan betapa padatnya input yang harus dirangkum dan diprioritaskan. Dengan keterbatasan waktu forum, Bupati mengingatkan agar substansi tiap usulan benar-benar dikaji matang, bukan cuma asal masuk daftar.

Tantangan lain? Soal anggaran. Bupati membeberkan, ada gap sekitar Rp4 triliun antara kebutuhan anggaran yang masuk (Rp12,2 triliun) dan rencana yang tersedia (Rp7,6 triliun). Ini jadi PR besar untuk TAPD dalam menyusun asumsi yang realistis.

Di sisi lain, kabar baiknya, PAD Kukar 2026 diprediksi tembus Rp1 triliun lebih, berkat kerja keras dalam optimalisasi pajak daerah. Tapi tetap, kata Bupati, program pembangunan harus dibedakan antara yang “ingin” dan yang benar-benar “dibutuhkan.”

Bupati juga menegaskan bahwa Musrenbang bukan cuma formalitas. “Ini harus jadi forum yang benar-benar menyerap aspirasi, bukan hanya seremoni,” ujarnya.

Menuju akhir RPJMD 2021–2026, semua pihak diminta lebih cermat dan kompak. Karena pembangunan itu bukan sprint, tapi maraton—perlu visi jangka panjang, langkah yang berkelanjutan, dan yang paling penting, konsistensi.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini