PSG Pecahkan Rekor Final Liga Champions, Inter Milan Dibantai 5 Gol Tanpa Balas
Bebaya.id, Sport – Paris Saint-Germain (PSG) mencatat sejarah dengan meraih gelar Liga Champions pertama mereka setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final yang berlangsung di Allianz Arena, Munich, pada Minggu (1/6/2025) dini hari WIB.
Jalannya Pertandingan
PSG tampil dominan sejak awal pertandingan. Achraf Hakimi membuka keunggulan pada menit ke-12 setelah memanfaatkan umpan dari Vitinha. Delapan menit kemudian, Desire Doue menggandakan keunggulan PSG menjadi 2-0. Skor ini bertahan hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, PSG semakin menggila. Doue mencetak gol keduanya pada menit ke-63, menjadikannya pemain termuda yang mencetak dua gol dan satu assist dalam final Liga Champions. Khvicha Kvaratskhelia menambah penderitaan Inter dengan gol pada menit ke-73, dan Senny Mayulu menutup pesta gol PSG pada menit ke-86.
Rekor dan Pencapaian
Kemenangan 5-0 ini merupakan margin kemenangan terbesar dalam sejarah final Liga Champions, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Real Madrid saat mengalahkan Eintracht Frankfurt 7-3 pada tahun 1960.
detiksport
Pelatih PSG, Luis Enrique, meraih gelar Liga Champions keduanya setelah sebelumnya sukses bersama Barcelona pada tahun 2015. Kemenangan ini juga menjadi bagian dari quadruple PSG musim ini, setelah sebelumnya menjuarai Ligue 1, Coupe de France, dan Trophée des Champions.
Selebrasi dan Reaksi
Kemenangan ini disambut meriah oleh para pendukung PSG. Di Paris, ribuan fans turun ke jalan merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka. Namun, sayangnya, beberapa perayaan di ibu kota Prancis tersebut berujung pada kerusuhan dan bentrokan dengan polisi, yang mengakibatkan hampir 300 orang ditangkap.
The Economic Times
Mantan bintang PSG, Kylian Mbappé, yang kini bermain untuk Real Madrid, turut memberikan ucapan selamat kepada mantan klubnya melalui media sosial, mengenang tujuh musimnya bersama Les Parisiens.
Pelatih Luis Enrique juga memberikan penghormatan emosional kepada mendiang putrinya, Xana, yang meninggal karena kanker pada tahun 2019. Ia mengenakan kaus dengan nama dan ilustrasi putrinya selama perayaan kemenangan, sebuah momen yang menyentuh hati banyak orang.
Dengan kemenangan ini, PSG tidak hanya mengukir sejarah sebagai juara Liga Champions untuk pertama kalinya, tetapi juga menunjukkan bahwa mereka mampu meraih kesuksesan tanpa kehadiran bintang-bintang besar seperti Neymar, Lionel Messi, dan Kylian Mbappé. Tim muda yang dibentuk oleh Enrique membuktikan bahwa kerja sama tim dan strategi yang tepat dapat membawa mereka ke puncak sepak bola Eropa.

Tinggalkan Balasan