Breaking News

Bupati Ardiansyah Dorong Optimalisasi PAD dari Sarang Burung Walet di Gebyar dan Reward Pajak Kutim 2025

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berinovasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk taat pajak. Salah satunya melalui kegiatan Gebyar dan Reward Pajak Kutim 2025, yang digelar di Ruang Akasia, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, Kamis (6/11/2025).

Mengusung tema “Yok Etam Taat Pajak, untuk Kutim Semakin Maju,” kegiatan ini menjadi ajang apresiasi bagi para wajib pajak daerah yang dinilai patuh dan berkontribusi besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Turut hadir Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Jimmy, perwakilan Bankaltimtara, serta jajaran Forkopimda Kutim.

Kepala Bapenda Kutim Syafur dalam laporannya menyampaikan bahwa penghargaan diberikan kepada 100 wajib pajak terpilih atas kepatuhan mereka dalam melaporkan dan membayar pajak daerah secara online. Selain itu, 75 hadiah Gebyar Pajak juga diundi secara digital melalui aplikasi resmi Bapenda Kutim sebagai bentuk apresiasi tambahan kepada masyarakat yang aktif berpartisipasi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk semakin sadar dan taat pajak, karena pajak daerah menjadi ujung tombak pembiayaan pembangunan,” jelas Syafur.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dalam arahannya menegaskan bahwa kepatuhan membayar pajak adalah salah satu indikator kemajuan suatu daerah. Ia mengapresiasi para wajib pajak yang telah berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kutim dan meminta Bapenda terus menggali potensi pajak di seluruh wilayah, termasuk di pedesaan dan daerah pelosok.

“Salah satu langkah untuk meningkatkan PAD adalah dengan mengoptimalkan potensi pajak yang ada. Apresiasi seperti ini adalah bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah patuh dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Bupati.

Ardiansyah juga menyoroti potensi besar dari komoditas sarang burung walet, yang menurutnya bisa menjadi salah satu sumber PAD unggulan Kutim.

“Kita memiliki banyak sentra produksi sarang burung walet yang tersebar hingga ke pelosok kecamatan. Jika dikelola secara profesional dan didukung kesadaran wajib pajak yang tinggi, sektor ini bisa menjadi sumber PAD yang menjanjikan bagi Kutim,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memperkuat sistem tata kelola pajak yang transparan dan akuntabel agar manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Melalui ajang Gebyar dan Reward Pajak Kutim 2025, Pemkab Kutim menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya taat pajak, menggali potensi ekonomi lokal, serta mewujudkan kemandirian fiskal yang menjadi fondasi menuju Kutim Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini