Demi Rakyat Kecil, Prabowo Siapkan Ekonomi Konstitusi Sebagai Penyeimbang Pasar
Bebaya.id, Nasional – Presiden Prabowo Subianto tengah menyiapkan arah kebijakan ekonomi baru yang disebut “Ekonomi Konstitusi”, sebuah konsep yang menegaskan kembali peran negara sebagai pengatur utama perekonomian nasional demi melindungi masyarakat kecil dan kelompok termarjinalkan dari ketimpangan pasar.
Kebijakan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhaimin Iskandar dalam pernyataannya di Kantor DPP PKB, Jakarta, Minggu (9/11/2025).
“Presiden menawarkan hal baru, yakni politik konstitusi dan ekonomi konstitusi sebagai bentuk kembalinya peran negara agar manusia-manusia Indonesia yang paling terpinggirkan tidak terus menjadi korban dari persaingan pasar,” ujar Muhaimin.
Muhaimin, atau yang akrab disapa Cak Imin, menilai sistem ekonomi saat ini masih sering menempatkan rakyat kecil dalam posisi lemah. Menurutnya, “ekonomi konstitusi” berangkat dari keprihatinan terhadap dominasi mekanisme pasar yang tak selalu berpihak pada masyarakat bawah.
“Kemarin saya sempat menyoroti praktik persaingan tidak sehat di sektor ritel modern. Ini menjadi peringatan agar kita menyiapkan sistem ekonomi yang benar-benar berpihak pada rakyat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, konsep ekonomi konstitusi berakar langsung dari Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang mengatur bahwa perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan, dan sepenuhnya digunakan untuk kemakmuran rakyat.
“Pasal 33 UUD 1945 adalah fondasi. Negara harus benar-benar menjalankan perannya demi kepentingan rakyat, bukan hanya untuk kepentingan usaha,” tegas Cak Imin.
Selain membahas arah baru ekonomi nasional, Cak Imin juga menyinggung komitmen pemerintah terhadap alokasi 20 persen APBN untuk pendidikan, yang menurutnya kini mulai menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kebijakan ini dulu banyak diperdebatkan, tapi kini terbukti membawa hasil. Demokrasi kita tumbuh, SDM kita meningkat, dan pendidikan mendapat perhatian serius,” ujarnya.
Cak Imin menegaskan, arah kebijakan “ekonomi konstitusi” yang digagas Presiden Prabowo merupakan bentuk kehadiran negara dalam memastikan keadilan sosial dan keseimbangan ekonomi, sehingga pertumbuhan tidak hanya dinikmati oleh segelintir kelompok, melainkan benar-benar dirasakan seluruh rakyat Indonesia.

Tinggalkan Balasan