Breaking News

Pesawat Kargo Pelita Air Jatuh di Krayan Timur, Pilot Tewas

MINBAYA Editor Bebaya.id 1
Kondisi Pesawat Saat Ditemukan (Foto : Relawan)

Bebaya.id, Nunukan – Insiden kecelakaan udara terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Sebuah pesawat kargo milik Pelita Air dengan nomor penerbangan 7101 dilaporkan jatuh di lereng Gunung Pa’ Ramayo, Desa Pa’ Bettung, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kamis (19/2/2026) siang.

Pesawat tersebut diketahui tengah menjalankan misi distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Informasi awal menyebutkan pilot pesawat, Kapten Hendrik, meninggal dunia di lokasi kejadian.

Data yang dihimpun menyebutkan, pesawat berangkat dari Bandara Juata Tarakan sekitar pukul 10.20 WITA dengan membawa sekitar 4.000 liter Pertalite milik agen PT Cahaya Kaltara Abadi. BBM itu dijadwalkan untuk memasok kebutuhan SPBU-3T di kawasan Krayan.

Penerbangan tahap pertama berlangsung normal. Sekitar pukul 11.21 WITA, pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, dan proses penurunan muatan berjalan lancar.

Namun musibah terjadi saat penerbangan balik. Pesawat lepas landas kembali menuju Tarakan pada pukul 12.10 WITA dalam kondisi tanpa muatan. Beberapa menit setelah mengudara, pesawat dilaporkan mengalami gangguan dan kemudian jatuh di area pegunungan.

Tim gabungan bersama warga setempat langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Medan hutan dan kontur pegunungan yang terjal membuat proses menuju titik jatuh cukup menantang.

Tim akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 14.55 WITA dan menemukan badan pesawat dalam kondisi terbakar. Di antara puing-puing tersebut, petugas menemukan jenazah pilot dengan luka bakar berat.

Proses evakuasi segera dilakukan dengan menandu korban menuruni lereng menuju ambulans yang telah disiagakan di area bandara. Meski menghadapi medan sulit di sekitar Desa Pa’ Bettung, evakuasi dilaporkan rampung pada pukul 16.05 WITA dalam kondisi terkendali.

Saat ini jenazah korban telah berada dalam penanganan medis untuk proses lebih lanjut, sementara penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini