Breaking News

Program Kutim Berzakat Kembali Digelar, Ribuan Mustahik Terima Bantuan

MINBAYA Editor Bebaya.id 1

Bebaya.id, Sangatta – Suasana Ruang Meranti di Sekretariat Kabupaten Kutai Timur pada Selasa (10/03/2026) tampak lebih semarak dari biasanya. Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menghadiri langsung kegiatan tahunan “Kutim Berzakat” 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kutai Timur.

Agenda yang rutin digelar setiap bulan Ramadan ini menjadi wadah bagi pejabat daerah, perwakilan perusahaan, hingga masyarakat untuk menunaikan zakat secara bersama. Selain sebagai kewajiban keagamaan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, BAZNAS Kutim turut menyerahkan secara simbolis sebanyak 4.000 paket “Ramadhan Bahagia” kepada para mustahik. Bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan lima program utama BAZNAS yang meliputi bidang sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta dakwah keagamaan.

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat. Ia menyebutkan bahwa pengelolaan zakat di Indonesia telah memiliki dasar hukum yang kuat dan menjadi bagian dari sistem hukum Islam yang diakui secara resmi.

Ardiansyah juga menyoroti besarnya potensi zakat yang dapat digali di Kutai Timur, terutama dari sektor-sektor ekonomi strategis seperti pertanian hingga industri pertambangan yang berkembang pesat di daerah tersebut.

“Zakat memiliki banyak jenis, mulai dari zakat fitrah, zakat mal, zakat hasil pertanian hingga sektor pertambangan. Khusus bagi pelaku usaha tambang, saya harap tidak melupakan kewajiban zakat karena potensi yang dihasilkan di daerah kita sangat besar,” ujarnya.

Selain pelaku usaha, perhatian juga diarahkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) serta tenaga pendidik. Menurutnya, mekanisme pembayaran zakat dari penghasilan bulanan sebenarnya telah diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup), sehingga dapat dijalankan secara terstruktur.

Ia berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan BAZNAS mampu memberikan dampak nyata dalam menekan angka kemiskinan, khususnya kategori kemiskinan ekstrem di Kutai Timur.

“Melalui kesadaran berzakat dari pendapatan bulanan, baik dari gaji maupun tunjangan seperti sertifikasi guru, kita berharap program BAZNAS dapat membantu menuntaskan persoalan kemiskinan ekstrem di Kutai Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kutai Timur, Masnip Sofwan, menjelaskan bahwa potensi zakat di wilayah Kutim sebenarnya sangat besar, diperkirakan mencapai Rp920,8 miliar. Namun pada tahun 2025 lalu, dana zakat yang berhasil dihimpun baru sekitar Rp21,9 miliar.

Meski belum maksimal, dana tersebut telah disalurkan kepada 28.161 mustahik yang tersebar di 18 kecamatan di Kutai Timur melalui berbagai program pemberdayaan.

Beberapa program yang telah berjalan antara lain pemberian beasiswa pendidikan tinggi di dalam dan luar negeri, bantuan tanggap darurat bencana, hingga pengembangan ekonomi produktif melalui program Z-Mart dan usaha peternakan berbasis pesantren yang dikenal sebagai Santripreneur.

“Seluruh program kami jalankan dengan berpegang pada prinsip Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tutup Masnip.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini