Breaking News

20 Pelajar Kutim Tembus Grand Final Duta Pelajar 2026

Bebaya.id, Sangatta — Malam Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur (Kutim) 2026 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sabtu (26/9/2026), bukan sekadar ajang mencari siapa yang akan menyandang gelar duta pelajar. Panggung bertema “Muda Berdaya, Berkarya Nyata”, ada perjalanan panjang 120 pelajar dari berbagai kecamatan mengikuti seleksi hingga menyisakan 20 finalis.

Para finalis tersebut berasal dari 10 kecamatan di Kutim. Di antaranya Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Sandaran, Sangkulirang, dan Rantau Pulung. Mereka tidak hanya menjalani seleksi, tetapi juga mengikuti karantina dan mendapatkan berbagai pembekalan. Mulai dari public speaking, personal branding, hingga membangun mental juara.

Ketua Panitia Kutim Action Center (KAC), Aiman Tohari Situmorang, mengatakan proses tersebut memang dirancang agar peserta tidak hanya tampil percaya diri di atas panggung, tetapi juga memiliki bekal untuk berkembang sebagai generasi muda.

“Awalnya ada 120 peserta, kemudian melalui berbagai tahapan seleksi hingga tersisa 20 finalis yang malam ini mengikuti grand final,” kata Aiman.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KAC untuk memberikan ruang positif bagi pelajar dan pemuda Kutim. KAC sendiri merupakan wadah yang dihimpun oleh mahasiswa yang memiliki kepedulian untuk mengabdikan diri dan memberikan kontribusi bagi Kutai Timur. Untuk itu, lebih jauh, para peserta diharapkan mampu menjadi contoh sekaligus mengajak lingkungan sekitarnya memilih kegiatan yang positif.

“Harapannya anak-anak muda Kutim punya ruang untuk berkembang dan berkarya. Kita ingin mereka menjauh dari narkoba, balap liar, seks bebas, maupun berbagai kegiatan negatif lainnya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Basuki Isnawan, menilai keberadaan KAC menunjukkan bahwa anak muda sebenarnya memiliki kemampuan untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah. Ia menyebut KAC sebagai salah satu organisasi kepemudaan di Kutim yang dinilai konsisten membuat kegiatan dan memberikan ruang bagi generasi muda. Aktivitas seperti Duta Pelajar juga dapat menjadi bagian dari kontribusi dalam meningkatkan kualitas kepemudaan di Kutim.

“Ruang seperti ini memberikan tanggung jawab kepada generasi muda untuk ikut membantu Kutim sesuai passion dan gaya mereka masing-masing,” kata Basuki.

Ia pun menitipkan pesan kepada para finalis agar tidak berhenti setelah malam grand final. Justru, mereka diharapkan membawa pesan positif tersebut ke lingkungan sekolah dan pergaulannya.

“Kami titip anak-anak kami. Semoga mereka bisa mengajak teman-temannya untuk menjauhi narkoba dan judi online,” tegasnya.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman turut memberikan apresiasi kepada para peserta, panitia, serta para kepala sekolah yang telah memberikan kesempatan kepada siswanya untuk mengikuti ajang tersebut.

Menurutnya, dukungan sekolah menjadi bagian penting karena tanpa izin dan dukungan tersebut para pelajar tidak akan memiliki kesempatan untuk mengikuti proses pembinaan hingga sampai ke grand final.

“Saya berterima kasih kepada seluruh kepala sekolah yang sudah mengizinkan muridnya mengikuti acara ini. Saya bangga melihat anak-anak kita berani tampil dan mengembangkan dirinya,” ujar Ardiansyah.

Ia juga mengapresiasi KAC yang dinilai turut mengambil bagian dalam pengembangan sumber daya manusia di Kutim. Bagi Ardiansyah, kegiatan seperti ini menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar tampil, berkomunikasi, membangun kepercayaan diri sekaligus mengenali potensi yang ada dalam dirinya.

“Selamat kepada seluruh finalis yang sudah sampai di grand final. Manfaatkan kesempatan ini untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik,” pesannya.

Grand Final Duta Pelajar Kutai Timur 2026 tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kutim Jimmi, perwakilan Polres Kutim, Kodim 0909 Kutim, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, unsur Forkopimda, serta sejumlah kepala sekolah.(Ak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini