Breaking News

Kutai Timur Tingkatkan Layanan Kesehatan Terintegrasi untuk Semua Tahap Kehidupan

MINBAYA webadmin

Bebaya.id, Sangatta – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meluncurkan program layanan kesehatan terpadu berbasis siklus kehidupan, mencakup pelayanan dari masa kehamilan hingga usia lanjut, guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Program ini difokuskan untuk memastikan setiap individu mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhannya di setiap tahap kehidupan, dengan prioritas pada pencegahan stunting dan peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr. Bahrani, pendekatan berbasis siklus kehidupan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

“Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan kesehatan secara holistik, mulai dari masa prenatal hingga lansia, dengan perhatian khusus pada masa-masa kritis dalam kehidupan,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama program ini adalah penanganan stunting, yang dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan. Intervensi nutrisi dan pemantauan kesehatan ibu hamil serta anak balita menjadi komponen penting untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal.

Di samping itu, pemerintah juga memperkuat layanan antenatal care bagi ibu hamil dengan menyediakan pemeriksaan rutin dan edukasi gizi, termasuk pemberian tablet tambah darah untuk mencegah anemia.

“Dengan memprioritaskan kesehatan ibu hamil dan anak, kami dapat mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari, seperti stunting atau komplikasi kehamilan,” tambah dr. Bahrani.

Program ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih merata dan berkelanjutan. Melalui pendekatan siklus kehidupan, pemerintah berupaya menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya saing di masa depan.

“Kami yakin, dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, program ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi seluruh warga Kutai Timur,” tutup dr. Bahrani.(Str/Lu/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini